Putusan Mahkamah Konstitusi tentang PHPU Kota Singkawang


Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan hakim konstitusi Mahkamah Konstitusi (MK) RI sebelumnya sesuai yang dirilis website resmi MK (www.mahkamahkonstitusi.go.id), maka pada hari ini (18 Oktober) telah dilangsungkan sidang pembacaan putusan atas perkara no. 69/PHPU.D-X/2012 dengan pokok perkara perselisihan hasil pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Singkawang.
Adapun amar putusannya adalah menolak untuk seluruhnya permohonan pihak pemohon (Hasan Karman-Ahyadi) karena menurut para hakim konstitusi tidak terbukti secara hukum adanya pelanggaran secara terstruktur, sistematis dan masif serta tidak signifikan mempengaruhi peringkat perolehan suara pasangan calon, sehingga suara pemohon melampaui perolehan suara pihak terkait. Saksi-saksi dan bukti yang diajukan pihak pemohon terbantahkan oleh saksi-saksi dan bukti yang diajukan pihak termohon (KPU Singkawang).

Putusan ini dibuat setelah melalui musyarawah pada hari Rabu tanggal 17 Oktober 2012 antara sembilan hakim konstitusi, yakni Moh. Mahfud MD, selaku Ketua merangkap Anggota, Achmad Sodiki, M. Akil Mochtar, Muhammad Alim, Hamdan Zoelva, Harjono, Maria Farida Indrati, Ahmad Fadlil Sumadi, dan Anwar Usman, masing-masing sebagai Anggota. Adapun sidang pengucapan putusan pada hari ini hanya dihadiri 8 (delapan) hakim konstitusi dengan didampingi Dewi Nurul Savitri sebagai Panitera Pengganti, serta dihadiri pihak pemohon/kuasanya, pihak termohon/kuasanya dan pihak terkait/kuasanya.

Sesuai UU yang berlaku, putusan MK atas PHPU adalah final dan mengikat, karena merupakan pengadilan tingkat pertama dan terakhir.

Dengan demikian Walikota-Wakil Walikota Singkawang terpilih periode 2012-2017 adalah Awang Ischak-Abdul Muthalib, dan tinggal menunggu SK Mendagri RI turun dan waktu pelantikan. Setelah pelantikan, maka semua tahapan pemilukada Kota Singkawang pun usai sudah.

Sumber : http://www.mahkamahkonstitusi.go.id

Singkawang, 18 Oktober 2012.

About these ads